• Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Teknologi 2018

Kumpulan Teknologi Terbaru Terupdate Dan Tercanggih

  • DROPDOWN MENU
  • Teknologi
  • Software
  • Internet
  • Ponsel
  • Programming
  • SYAIFUL AKBAR HD
Home » BUMNIS » DI » Inhan » Kerjasama » Pesawat » Perihal Pemasaran C-295 ke ASEAN

Perihal Pemasaran C-295 ke ASEAN

Posted by Teknologi 2018 on Monday, August 8, 2016
Label: BUMNIS, Label: DI, Label: Inhan, Label: Kerjasama, Label: Pesawat

Kontrak PT DI dengan Airbus Diteliti LagiC-295 TNI AU ?

Komite Kebijakan Industri Pertahanan dan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat akan meneliti kembali perjanjian kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia dan Airbus Military terkait dengan perakitan dan pemasaran pesawat angkut militer C-295.


"Kami akan kaji lagi perjanjian antara PT DI dan Airbus Military, rinciannya seperti apa," kata Ketua Bidang Perencanaan Tim Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Muhammad Said Didu, Jumat (5/8).

Sebelumnya, pada 2011, PT DI dan Airbus Military menandatangani kerja sama pengadaan pesawat C-295. Selain transfer teknologi, salah satu klausul perjanjian adalah PT DI menjadi pemasar C-295 untuk wilayah Asia Pasifik. Namun, kenyataannya, sejumlah negara di Asia Tenggara, seperti Filipina, Vietnam, dan Thailand, justru memesan C-295 ke Spanyol tanpa melibatkan PT DI.

Dimintai tanggapan tentang perjanjian komersial untuk pemasaran C-295, Said Didu menilai, eksekusi perjanjian itu ada beberapa kemungkinan. "Bisa jadi PT DI memang tidak siap sehingga tidak bisa mengeksekusi perjanjian itu. Masalahnya, siapa yang menyatakan, siap atau tidak siap. Apa saja porsi PT DI dalam transfer teknologi. Itu harus diselidiki," kata Said.

Terkait pembelian C-295 langsung ke Spanyol, Kepala Komunikasi Airbus Group Spanyol Maggie Bergsma mengatakan, kesepakatan dengan Indonesia bersifat kerja sama. Konsumen bisa membeli dari siapa saja, tergantung situasi dan kondisi yang ada. Sementara Kepala Humas dan Hukum PT DI Irland Budiman mengatakan, hal itu terjadi karena salah komunikasi. (Kompas, 5/8/2016).

Said Didu menggarisbawahi, perjanjian PT DI dan Airbus Military tersebut dilakukan sebelum ada UU Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Oleh karena itu, klausul dalam perjanjian itu dibuat berdasarkan hasil terbaik yang bisa dicapai. Setelah berlakunya UU Industri Pertahanan tahun 2014, perjanjian pengadaan persenjataan lebih ketat untuk bisa merealisasikan transfer teknologi.

"Akan tetapi, saya pribadi menyesalkan kenapa PT DI tidak bisa ikut menjual di Asia Pasifik, karena kebetulan saya juga waktu itu ikut jalan ke enam negara ASEAN untuk menawarkan C-295, kok malah belinya ke Spanyol," kata Said.

 DPR ke Spanyol


Anggota Komisi I DPR, Evita Nursanty, mengatakan, kerja sama antara PT DI dan Airbus merupakan bagian dari kebijakan pembelian persenjataan dengan transfer teknologi. PT DI menjadi tempat lini perakitan akhir, paket aero struktur dan dukungan pelayanan pelanggan, termasuk pusat pelatihan berbasis komputer. "Kerja sama dengan Airbus Military perlu didorong untuk memperkuat kemampuan industri alutsista khususnya pesawat dalam negeri," katanya.

Menurut Evita, Komisi I DPR akan mendalami mengenai detail kerja sama kedua perusahaan tersebut dalam konteks pemasaran yaitu nota Perjanjian Komersial untuk pemasaran C-212, CN-235, dan CN-295.

Menurut rencana, dalam kunjungan kerja ke Spanyol, pekan ini, Komisi I DPR akan mengunjungi Airbus Military. Dalam kunjungan itu akan dipertanyakan soal rincian perjanjian, apakah PT DI yang akan memproduksi semua pesanan untuk negara-negara Asia Pasifik. "Perlu dicatat, ada keterbatasan kapasitas perakitan PT DI, yakni hingga 2014, delivery 5 pesawat CN-295," kata Evita.
 

  ? Kompas  

0 Response to "Perihal Pemasaran C-295 ke ASEAN"

← Newer Post Older Post → Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts

  • Harvard Sedang Mengembangkan RoboBee, Dari Terbang Hingga Menyelam
    Sentrailmu.com - Berita teknologi kali ini akan membahasa robot dengan kecerdasan mekanik dan pemograman yang hebat. RoboBee itulah nama...
  • Pembangunan Kapal LST AT-4 Dimulai
    KRI Bintuni 520, kapal LST AT-3 yang telah dibangun sebelumnya oleh PT DRU Kapal AT4 adalah kapal LST ke-4 dari kelas LST 117 meter yang di...
  • Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar
    Inovasi Anak Bangsa Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar [Fida detikcom] ? D alam rangka mendukung inovasi anak negeri, Mente...
  • PT DI Akan Tempati Lahan 300 hektare
    ? Di Majalengka ? Rancangan induk kawasan aero city Bandar Udara Internasional Kertajati di in Majalengka, Jawa Barat. PT Dirgantara Indone...
  • [Foto] Parade Kirab Bendera Pusaka
    Salah satu daya tarik utama pada Peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia Tahun 2016 Anggota Paskibraka Tahun 2015 Maria Felicia...
  • Mengenal Teknologi Printer 3d
    Apa itu Printer 3D? dan bagaimana cara prinsip dan kerjanya? Tentunya bagi para pembaca yang baru saja mendengar tentang sitilah teknologi p...
  • Perangkat Keras Jaringan Komputer
    Untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer yang lainnya dalam sebuah jaringan diperlukan sebuah perangkat keras jaringan komputer (h...
  • Bebas dari Abu Sayyaf pada Hari Kemerdekaan RI
    Setelah hampir dua bulan disekap Abu Sayyaf, Sofyan berhasil kabur. Muhammad Sofyan dikawal polisi Filipina setelah berhasil meloloskan diri...
  • [Foto] CG China Diusir KRI TNI AL
    Baru-baru ini kapal ikan China berhasil ditangkap Kapal Perang Indonesia, KRI Imam Bonjol 383. Namun proses penangkapan kapal ikan China ter...
  • Pemindahan PT DI ke Kertajati Masih Wacana
    ? Perlu Kajian Mendalam M enteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai kepindahan PT Dirgantara Indonesia (DI) kekawasan Bandar Udara In...
Copyright 2015 Teknologi 2018. All Rights Reserved. Template by SL Blogger and CB Blogger. Original Theme by Mas Sugeng. Powered by Blogger