• Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Teknologi 2018

Kumpulan Teknologi Terbaru Terupdate Dan Tercanggih

  • DROPDOWN MENU
  • Teknologi
  • Software
  • Internet
  • Ponsel
  • Programming
  • SYAIFUL AKBAR HD
Home » Alutsista » DI » Inhan » Kerjasama » Pesawat » BAE Systems Buka Peluang Transfer Teknologi Lebih Besar di Indonesia

BAE Systems Buka Peluang Transfer Teknologi Lebih Besar di Indonesia

Posted by Teknologi 2018 on Saturday, August 20, 2016
Label: Alutsista, Label: DI, Label: Inhan, Label: Kerjasama, Label: Pesawat

Mock up Eurofighter Typhoon. [Peter Byrne/PA] ?

Perusahaan bidang pertahanan, keamanan, dan ruang angkasa asal Inggris, BAE Systems, membuka peluang sebesar-besarnya bagi upaya kerja sama dan transfer teknologi dengan Indonesia. BAE Systems siap membantu Pemerintah Indonesia meningkatkan kemampuan industri pertahanan stastegis dalam negeri dan berbagai sektor terkait lainnya.

Kepala Komunikasi BAE Systems Asia, Simon Astley, mengatakan hal tersebut saat berkunjung ke kantor redaksi Angkasa di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat siang (19/06/2016). Dalam kunjungan itu ia didampingi Diektur Regional BAE Systems Indonesia Michael Salkeld dan Pengembangan Bisnis Yunita Kresnawati.

Simon menjabarkan, sebagai sebuah negara yang besar dengan berbagai potensi yang dimiliki, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan industri pertahanan strategisnya. Produk-produk alutsista untuk TNI nantinya dapat dibuat di dalam negeri dan Indonesia tidak harus membelinya lagi dari luar. �Tentu untuk tahap awal harus ada kerja sama terlebih dahulu dimana di dalamnya ada proses transfer teknologi dari negara pembuat alutsista,� jelas Simon Astley.

Kerja sama industri strategis yang menumbuhkan industri lokal, lanjutnya, mampu meningkatkan pendapatan negara dengan nilai yang cukup besar. Ia mencontohkan, kemitraan BAE Systems dengan Arab Saudi memberikan kontribusi 9,3 miliar riyal pada tahun 2014. �Setiap 10 pekerjaan baru yang dibuat oleh BAE Systems bersama partner di Arab Saudi, mendukung 46 pekerjaan lainnya,� jabar Astley.

Indonesia sendiri, di mata Bagi BAE Systems, bukanlah teman baru. Kerja sama pihak pabrikan dengan Indonesia sudah terjalin sejak lama, misalnya sejak TNI Angkatan Udara menggunakan pesawat tempur Hawk Mk.53 maupun Hawk 100/200 era 1980 dan 1990-an. Kemudian TNI Angkatan Laut sejak 2014 mengoperasikan tiga kapal fregat ringan multiperan (MRLF) KRI Bung Tomo -class buatan BAE System Maritime � Naval Ships.

Helmet mounted display (HMD) Striker II (BAE Systems)

Michael Salked memaparkan, dengan PT Dirgantara Indonesia BAE Systems terlibat dalam beberapa proyek sebagai subkontraktor perusahaan Airbus. �Kami tidak mengerjakan pembuatan rangka pesawat, tapi lebih kepada bidang avionika maupun sistem pendukung pesawat,� ujarnya. Reputasi BAE Systems di dunia terbilang bagus dan terpercaya, oleh karenanya perusahaan ini juga memenangkan tender peningkatan kemampuan (upgrade) pesawat tempur F-16 Fighting Falcon buatan Lockheed Martin di sejumlah negara pemakai.

Dalam hal kaitan dengan pesawat tempur Eurofighter Typhoon yang ditawarkan kepada Indonesia, BAE Systems terlibat misalnya dalam pembuatan helmet mounted display (HMD) Striker II. Helm digital ini sangat medukung kerja pilot mulai dari sisi kenyamanan pemakaian hingga fungsi penggunaannya dalam pertempuran. �Kami termasuk menawarkan transfer teknologi HMD ini kepada Indonesia bila Indonesia membeli Typhoon,� ungkapnya.

Proyek lain yang dikerjakan oleh BAE Systems di Indonesia meliputi kerja sama dengan PT Pindad dalam hal pembuatan perangkat lunak dan perangkat keras untuk Divisi Keamanan Siber (Cyber Security Division). Demikian juga kerja sama lain dengan PT LEN, PT PAL, dan lainnya.

BAE Systems di seluruh dunia memiliki karyawan sebanyak 83.400 orang. Pasar utama BAE Systems (International) Limited yang merupakan gabungan perusahaan-perusahaan besar terdahulu, saat ini tedapat di Inggris, Amerika, Australia, India, dan Arab Saudi. Negara-negara di kawasan Asia Tenggara menjadi target pasar terkininya. BAE Systems Asia berkantor pusat di Kuala Lumpur, Malaysia dengan ditopang oleh 350 staf.

�Kami akan hadir nanti dalam penyelenggaraan Indo Defence 2016 bulan November di Jakarta. BAE Systems terbuka untuk melakukan kerja sama. Kami juga akan tampilkan produk-produk yang kami tawarkan,� tutup Astley.
 

  ? Angkasa  

0 Response to "BAE Systems Buka Peluang Transfer Teknologi Lebih Besar di Indonesia"

← Newer Post Older Post → Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts

  • Harvard Sedang Mengembangkan RoboBee, Dari Terbang Hingga Menyelam
    Sentrailmu.com - Berita teknologi kali ini akan membahasa robot dengan kecerdasan mekanik dan pemograman yang hebat. RoboBee itulah nama...
  • Pembangunan Kapal LST AT-4 Dimulai
    KRI Bintuni 520, kapal LST AT-3 yang telah dibangun sebelumnya oleh PT DRU Kapal AT4 adalah kapal LST ke-4 dari kelas LST 117 meter yang di...
  • Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar
    Inovasi Anak Bangsa Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar [Fida detikcom] ? D alam rangka mendukung inovasi anak negeri, Mente...
  • PT DI Akan Tempati Lahan 300 hektare
    ? Di Majalengka ? Rancangan induk kawasan aero city Bandar Udara Internasional Kertajati di in Majalengka, Jawa Barat. PT Dirgantara Indone...
  • [Foto] Parade Kirab Bendera Pusaka
    Salah satu daya tarik utama pada Peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia Tahun 2016 Anggota Paskibraka Tahun 2015 Maria Felicia...
  • Mengenal Teknologi Printer 3d
    Apa itu Printer 3D? dan bagaimana cara prinsip dan kerjanya? Tentunya bagi para pembaca yang baru saja mendengar tentang sitilah teknologi p...
  • Perangkat Keras Jaringan Komputer
    Untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer yang lainnya dalam sebuah jaringan diperlukan sebuah perangkat keras jaringan komputer (h...
  • Bebas dari Abu Sayyaf pada Hari Kemerdekaan RI
    Setelah hampir dua bulan disekap Abu Sayyaf, Sofyan berhasil kabur. Muhammad Sofyan dikawal polisi Filipina setelah berhasil meloloskan diri...
  • [Foto] CG China Diusir KRI TNI AL
    Baru-baru ini kapal ikan China berhasil ditangkap Kapal Perang Indonesia, KRI Imam Bonjol 383. Namun proses penangkapan kapal ikan China ter...
  • Pemindahan PT DI ke Kertajati Masih Wacana
    ? Perlu Kajian Mendalam M enteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai kepindahan PT Dirgantara Indonesia (DI) kekawasan Bandar Udara In...
Copyright 2015 Teknologi 2018. All Rights Reserved. Template by SL Blogger and CB Blogger. Original Theme by Mas Sugeng. Powered by Blogger