• Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Teknologi 2018

Kumpulan Teknologi Terbaru Terupdate Dan Tercanggih

  • DROPDOWN MENU
  • Teknologi
  • Software
  • Internet
  • Ponsel
  • Programming
  • SYAIFUL AKBAR HD
Home » Hankam » TNI AU » UAV » Kisah Drone Pantau Santoso di Hutan Poso

Kisah Drone Pantau Santoso di Hutan Poso

Posted by Teknologi 2018 on Tuesday, July 26, 2016
Label: Hankam, Label: TNI AU, Label: UAV

Skuadron 51 ikut memantau pergerakan SantosouavAerostar TUAV: Drone Intai Andalan Skadron Udara 51 TNI AU ?

Tim Alfa 29 Batalyon Infantri 515 Komando Strategi TNI Angkatan Darat (Kostrad) berhasil menembak mati pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) sekaligus gembong teroris paling dicari, Santoso, dalam baku tembak di hutan salah satu Pegunungan Biru, Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulawesi Tengah, Senin, 18 Juli 2016.

Dibalik ketangguhan tim tersebut, ada peran besar pesawat tanpa awak atau drone milik TNI Angkatan Udara bernama Skuadron 51. Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Supadio Pontianak Marsekal Pertama (Marsma) Tatang Herlyansah mengatakan peran drone dalam operasi bersandi Tinombala itu memantau pergerakan Santoso dan anak buahnya selama berada di hutan pegunungan Poso.

"Kita telah dilibatkan dalam satgas Tinombala salah satunya Skuadron 51, yang ikut memantau pergerakan Santoso," ujar Tatang, di Danlanud Supadio Pontianak, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis, 21 Juli 2016, pada sejumlah media.

Jenderal Bintang satu ini menegaskan, selama operasi Tinombala berlangsung, Skuadron 51 terus memantau keadaan dan memetakan hutan yang menjadi tempat persembunyian Santoso dan anak buahnya.

Pantauan drone itu kemudian menjadi bahan data bagi tim untuk mengetahui akurasi keberadaan kelompok yang telah berafiliasi dengan kelompok radikal ISIS itu.

"Sehingga data yang disampaikan dari pemantauan udara ini dapat secara akurat ditindaklanjuti pasukan di darat. Sehingga dapat melumpuhkan Santoso dan anak buahnya," kata Tatang.

Pesawat jenis itu, kata Tatang, termasuk jenis drone yang cukup canggih. Skuadron 51 dapat dapat terbang selama 14 jam. Selain itu, pesawat tanpa awak ini mampu memantau lebih lama di udara dengan areal pemantauan seluas 200 kilometer persegi.

"Hal ini yang kelebihan pesawat tanpa awak, karena pesawat berawak maksimal mampu memantau di udara selama 8 jam. Itu pun kalau pilotnya mampu berada di udara selama waktu tersebut," ujar dia.

Tatang menjelaskan drone yang resmi dioperasikan pada 13 Juli 2015 itu juga tergolong multifungsi karena dapat digunakan dalam berbagai operasi. Selain untuk perburuan teroris, Skuadron 51 juga digunakan untuk memetakan lokasi kebakaran hutan dan lahan dan memetakan lokasi pencurian ikan dan kayu.

"Dilengkapi teknologi canggih. Video roll salah satunya. yang dapat dilihat secara real time. Selain itu juga dilengkapi sinar infrared sehingga dapat tracking dengan kondisi apapun," Tatang menandaskan.

  ? Liputan 6  

0 Response to "Kisah Drone Pantau Santoso di Hutan Poso"

← Newer Post Older Post → Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts

  • Harvard Sedang Mengembangkan RoboBee, Dari Terbang Hingga Menyelam
    Sentrailmu.com - Berita teknologi kali ini akan membahasa robot dengan kecerdasan mekanik dan pemograman yang hebat. RoboBee itulah nama...
  • Pembangunan Kapal LST AT-4 Dimulai
    KRI Bintuni 520, kapal LST AT-3 yang telah dibangun sebelumnya oleh PT DRU Kapal AT4 adalah kapal LST ke-4 dari kelas LST 117 meter yang di...
  • Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar
    Inovasi Anak Bangsa Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar [Fida detikcom] ? D alam rangka mendukung inovasi anak negeri, Mente...
  • PT DI Akan Tempati Lahan 300 hektare
    ? Di Majalengka ? Rancangan induk kawasan aero city Bandar Udara Internasional Kertajati di in Majalengka, Jawa Barat. PT Dirgantara Indone...
  • [Foto] Parade Kirab Bendera Pusaka
    Salah satu daya tarik utama pada Peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia Tahun 2016 Anggota Paskibraka Tahun 2015 Maria Felicia...
  • Mengenal Teknologi Printer 3d
    Apa itu Printer 3D? dan bagaimana cara prinsip dan kerjanya? Tentunya bagi para pembaca yang baru saja mendengar tentang sitilah teknologi p...
  • Perangkat Keras Jaringan Komputer
    Untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer yang lainnya dalam sebuah jaringan diperlukan sebuah perangkat keras jaringan komputer (h...
  • Bebas dari Abu Sayyaf pada Hari Kemerdekaan RI
    Setelah hampir dua bulan disekap Abu Sayyaf, Sofyan berhasil kabur. Muhammad Sofyan dikawal polisi Filipina setelah berhasil meloloskan diri...
  • [Foto] CG China Diusir KRI TNI AL
    Baru-baru ini kapal ikan China berhasil ditangkap Kapal Perang Indonesia, KRI Imam Bonjol 383. Namun proses penangkapan kapal ikan China ter...
  • Pemindahan PT DI ke Kertajati Masih Wacana
    ? Perlu Kajian Mendalam M enteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai kepindahan PT Dirgantara Indonesia (DI) kekawasan Bandar Udara In...
Copyright 2015 Teknologi 2018. All Rights Reserved. Template by SL Blogger and CB Blogger. Original Theme by Mas Sugeng. Powered by Blogger