• Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Teknologi 2018

Kumpulan Teknologi Terbaru Terupdate Dan Tercanggih

  • DROPDOWN MENU
  • Teknologi
  • Software
  • Internet
  • Ponsel
  • Programming
  • SYAIFUL AKBAR HD
Home » Alutsista » Artikel » Hankam » Inhan » Kebijakan Alutsista Berdasarkan Kebutuhan, Bukan Keinginan

Kebijakan Alutsista Berdasarkan Kebutuhan, Bukan Keinginan

Posted by Teknologi 2018 on Wednesday, July 20, 2016
Label: Alutsista, Label: Artikel, Label: Hankam, Label: Inhan

Su 35 Russia [business insider] ?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kebijakan pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) harus berdasarkan kebutuhan dari semua matra Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan laut (AL), angkatan darat (AD) maupun angkatan udara (AU), dan bukan berdasarkan keinginan.

"Masukan dari semua matra, baik dari AL, AD, AU, dari panglima TNI, Menhan, semuanya, sehingga betul-betul yang kita beli, yang kita rencanakan, ini adalah memang sebuah kebutuhan, bukan keinginan-keinginan," kata Presiden saat memimpin rapat terbatas membahas alutsista di Kantor Presiden Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi menginginkan pembelian alutsista harus ada transparansi yang betul-betul terbuka, termasuk menerapkan Undang Undang (UU) terkait industri pertahanan.

"Di setiap pengadaan alutsista, UU industri pertahanan wajib diberlakukan," kata Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa pembelian alutsista harus disertai alih tekonologi (transfer of technology) terhadap indusri pertahanan nasional.

"Dahulukan arahnya ke sana, sehingga perkembangan industri pertahanan nasional betul-betul mengarah kepada kemandirian pemenuhan alat pertahanan dan keamanan kita," kata Presiden.

Presiden Jokowi juga berharap rapat terbatas berkaitan dengan pengadaan alutsista dapat fokus terhadap pengadaan alutsista untuk memenuhi postur Kekuatan Pokok Minimum (KPM) 2024.

"Di tahun 2019 sudah harus terlihat kerangka modernisasi TNI sesuai dengan rencana strategis KPM 2024," demikian Presiden Jokowi.

Dalam KPM 2024 tercantum bahwa TNI AD memiliki alutsista berat, seperti tank medium, heli serbu, dan persenjataan infanteri khusus.

TNI AL diperkuat dengan autsista dengan karakter kemampuan standar, seperti kapal selam, kapal perang permukaan, sistem pengintaian maritim untuk pengamanan lokasi-lokasi yang punya potensi konflik.

Adapun TNI AU diperkuat alutsista strategis berupa pesawat-pesawat jet tempur, pesawat angkutan berat, sistem pertahanan rudal dan sistem radar.
 

  ? antara  

0 Response to "Kebijakan Alutsista Berdasarkan Kebutuhan, Bukan Keinginan"

← Newer Post Older Post → Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts

  • Harvard Sedang Mengembangkan RoboBee, Dari Terbang Hingga Menyelam
    Sentrailmu.com - Berita teknologi kali ini akan membahasa robot dengan kecerdasan mekanik dan pemograman yang hebat. RoboBee itulah nama...
  • Pembangunan Kapal LST AT-4 Dimulai
    KRI Bintuni 520, kapal LST AT-3 yang telah dibangun sebelumnya oleh PT DRU Kapal AT4 adalah kapal LST ke-4 dari kelas LST 117 meter yang di...
  • Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar
    Inovasi Anak Bangsa Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar [Fida detikcom] ? D alam rangka mendukung inovasi anak negeri, Mente...
  • PT DI Akan Tempati Lahan 300 hektare
    ? Di Majalengka ? Rancangan induk kawasan aero city Bandar Udara Internasional Kertajati di in Majalengka, Jawa Barat. PT Dirgantara Indone...
  • [Foto] Parade Kirab Bendera Pusaka
    Salah satu daya tarik utama pada Peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia Tahun 2016 Anggota Paskibraka Tahun 2015 Maria Felicia...
  • Mengenal Teknologi Printer 3d
    Apa itu Printer 3D? dan bagaimana cara prinsip dan kerjanya? Tentunya bagi para pembaca yang baru saja mendengar tentang sitilah teknologi p...
  • Perangkat Keras Jaringan Komputer
    Untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer yang lainnya dalam sebuah jaringan diperlukan sebuah perangkat keras jaringan komputer (h...
  • Bebas dari Abu Sayyaf pada Hari Kemerdekaan RI
    Setelah hampir dua bulan disekap Abu Sayyaf, Sofyan berhasil kabur. Muhammad Sofyan dikawal polisi Filipina setelah berhasil meloloskan diri...
  • [Foto] CG China Diusir KRI TNI AL
    Baru-baru ini kapal ikan China berhasil ditangkap Kapal Perang Indonesia, KRI Imam Bonjol 383. Namun proses penangkapan kapal ikan China ter...
  • Pemindahan PT DI ke Kertajati Masih Wacana
    ? Perlu Kajian Mendalam M enteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai kepindahan PT Dirgantara Indonesia (DI) kekawasan Bandar Udara In...
Copyright 2015 Teknologi 2018. All Rights Reserved. Template by SL Blogger and CB Blogger. Original Theme by Mas Sugeng. Powered by Blogger