• Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Teknologi 2018

Kumpulan Teknologi Terbaru Terupdate Dan Tercanggih

  • DROPDOWN MENU
  • Teknologi
  • Software
  • Internet
  • Ponsel
  • Programming
  • SYAIFUL AKBAR HD
Home » Artikel » BUMN » Inhan » PINDAD » Dari Bengkel Peralatan Militer Menjadi Pabrik Senjata Incaran Dunia

Dari Bengkel Peralatan Militer Menjadi Pabrik Senjata Incaran Dunia

Posted by Teknologi 2018 on Sunday, July 24, 2016
Label: Artikel, Label: BUMN, Label: Inhan, Label: PINDAD

PT Pindad https://kenaapa.id/filez/styles/node/public/img/indonesianindustry/2016/07/24/2135050-5167028.jpg?itok=aY86TKl8Alutsista PT PINDAD [siregar] ?

PT Pindad (Persero) semakin menunjukkan eksistensinya dalam memproduksi berbagai alutsista seperti senjata, amunisi dan kendaraan tempur baik untuk kebutuhan TNI maupun pasar global.

Khusus pasar global, adalah Negara Mali , Arab Saudi , India ,Oman , Malaysia , Nepal , Myanmar , Kamboja , Filipina yang hingga kini menjadi pangsa pasar bagi PT Pindad.

Berdiri pada 1808, awalnya Pindad adalah bengkel peralatan militer milik Belanda di Surabaya. Bengkel tersebut lalu berubah menjadi pabrik dan dipindah ke Bandung dengan nama Pabrik Senjata Munisi (PSM).

Pada tahun 1950 terjadi nasionalisasi , PSM berubah nama menjadi pabrik senjata dan mesiu serta bernaung di bawah TNI. Pada 1983 pabrik senjata itu berubah status menjadi BUMN dengan nama PT Pindad dan bernaung dibawah Badan Pengelola Industri Strategis.

Guna menjaga kualitas dalam setiap produksinya, hingga kini tenaga ahli di Pindad melakukan Pemeriksaan berlapis pada setiap proses manufaktur mulai dari penerimaan material sampai proses akhir pembuatan produk. Seluruh produknya diuji dan memenuhi standar internasional. Maka tak heran bila banyak negara mengincar produksi hasil karya Pindad.

Dalam eksistensinya sebagai pemasok alutsista baik untuk TNI maupun pasar global, baru-baru ini PT Pindad meluncurkan empat senjata varian senapan serbu yang memiliki kualitas unggulan.

Ke-empat senjata tersebut ialah Senapan serbu SS3 yang merupakan pengembangan dari produk seri SS1 dan SS2. Senjata ini memiliki kaliber amunisi 7,62 mm dengan jarak tembak efektif 400 meter dan 800 meter.

Senjata khusus ini didesain sebagai designated marksman rifle dalam pasukan yang membutuhkan akurasi tinggi. Dengan kapasitas magasin 20 butir, senapan ini memiliki panjang terlentang 1.080-1.150 mm, dengan terlipat 836 mm dan laras 500 mm.

Senjata berikutnya ialah senapan serbu SS2 subsonic yang merupakan jenis baru dari pengembangan senapan serbu SS2 laras panjang. Senjata ini dirancang khusus dengan peredam (silencer) dan munisi subsonic (di bawah kecepatan suara) 5.56 mm untuk di gunakan dalam operasi senyap.

Senjata ini memiliki kapasitas magasin 30 butir dengan jarak tembak mencapai 150-200 meter serta memiliki panjang terlentang 713 mm, panjang terlipat 975 mm dan laras 200 mm.

Ketiga, senapan Sub Machine Gun PM3 yang dirancang khusus untuk mendukung pertempuran jarak dekat. Senapan ini menggunakan munisi kaliber 9 mm dengan bidikan akurat hingga 75 meter dan memiliki kecepatan tembak 750-850 butir per menit, dengan Panjang 720 mm, terlipat 494 mm dan laras 210 mm.

Dan terakhir ialah senapan berjenis Pistol G2 Premium yang merupakan senapan genggam dari pengembangan G2 Combat dan Elit. G2 Premium lebih diperuntukkan untuk olahraga tembak karena memiliki amunisi kaliber 9 mm dengan jarak tembak efektif 25 meter.

Dengan bobot 1,05 kg dan kapasitas magasin 15 butir amunisi. Senjata ini memiliki panjang 222 mm dan tinggi 147 mm.

Selain senjata terbaru tersebut, Pindad juga memproduksi jenis senjata andalan lainnya. Berikut adalah produksi senjata Pindad dari tahun ke tahun ; Senjata SS1, senjata ini merupakan senapan serbu yang mendapatkan lisensi dari FN FNC asal Belgia dan diproduksi sejak 1988.

Senapan ini memiliki enam varian, yaitu SS1-V1, SS1-V2, SS1-V4, SS1-V5, SS1-RM, dan SS1-M1. Lalu Senapan serbu SS3, SS2 Subsonic 5,66 mm. Kemudian Pistol jenis G2 Premium, Sub Machine Gun PM3. Jenis lainnya ialah Senapan Anti Teror PM2-V1 dan PM2-V2.

Pindad juga memproduksi Senapan Sniper dengan nama SPR-1, SPR-2, dan SPR-3. Lalu senapan mesin SM2-V1, SM2-V2, dan SM-3. Pindad juga mampu memproduksi Meriam dengan jarak tembak hingga jarak 10,5 kilometer. Meriam ini bernama ME-105 mm Howitzer.

  ? indonesiaindustri  

0 Response to "Dari Bengkel Peralatan Militer Menjadi Pabrik Senjata Incaran Dunia"

← Newer Post Older Post → Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts

  • Harvard Sedang Mengembangkan RoboBee, Dari Terbang Hingga Menyelam
    Sentrailmu.com - Berita teknologi kali ini akan membahasa robot dengan kecerdasan mekanik dan pemograman yang hebat. RoboBee itulah nama...
  • Pembangunan Kapal LST AT-4 Dimulai
    KRI Bintuni 520, kapal LST AT-3 yang telah dibangun sebelumnya oleh PT DRU Kapal AT4 adalah kapal LST ke-4 dari kelas LST 117 meter yang di...
  • Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar
    Inovasi Anak Bangsa Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar [Fida detikcom] ? D alam rangka mendukung inovasi anak negeri, Mente...
  • PT DI Akan Tempati Lahan 300 hektare
    ? Di Majalengka ? Rancangan induk kawasan aero city Bandar Udara Internasional Kertajati di in Majalengka, Jawa Barat. PT Dirgantara Indone...
  • [Foto] Parade Kirab Bendera Pusaka
    Salah satu daya tarik utama pada Peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia Tahun 2016 Anggota Paskibraka Tahun 2015 Maria Felicia...
  • Mengenal Teknologi Printer 3d
    Apa itu Printer 3D? dan bagaimana cara prinsip dan kerjanya? Tentunya bagi para pembaca yang baru saja mendengar tentang sitilah teknologi p...
  • Perangkat Keras Jaringan Komputer
    Untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer yang lainnya dalam sebuah jaringan diperlukan sebuah perangkat keras jaringan komputer (h...
  • Bebas dari Abu Sayyaf pada Hari Kemerdekaan RI
    Setelah hampir dua bulan disekap Abu Sayyaf, Sofyan berhasil kabur. Muhammad Sofyan dikawal polisi Filipina setelah berhasil meloloskan diri...
  • [Foto] CG China Diusir KRI TNI AL
    Baru-baru ini kapal ikan China berhasil ditangkap Kapal Perang Indonesia, KRI Imam Bonjol 383. Namun proses penangkapan kapal ikan China ter...
  • Pemindahan PT DI ke Kertajati Masih Wacana
    ? Perlu Kajian Mendalam M enteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai kepindahan PT Dirgantara Indonesia (DI) kekawasan Bandar Udara In...
Copyright 2015 Teknologi 2018. All Rights Reserved. Template by SL Blogger and CB Blogger. Original Theme by Mas Sugeng. Powered by Blogger