• Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Teknologi 2018

Kumpulan Teknologi Terbaru Terupdate Dan Tercanggih

  • DROPDOWN MENU
  • Teknologi
  • Software
  • Internet
  • Ponsel
  • Programming
  • SYAIFUL AKBAR HD
Home » Artikel » Hankam » Indonesia Didorong Bangun Pengawas Laut yang Kuat

Indonesia Didorong Bangun Pengawas Laut yang Kuat

Posted by Teknologi 2018 on Wednesday, June 22, 2016
Label: Artikel, Label: Hankam

http://images.cnnindonesia.com/visual/2015/04/10/5bbebee5-30dc-4440-bc2d-96cef2e8f1d2_169.jpg?w=650Ilustrasi. (ANTARA/Sigid Kurniawan)

Analis pertahanan Indonesia Institute for Maritime Studies, Connie Rahakundini Bakrie, berpendapat pemerintah Indonesia harus lebih tegas sekaligus cerdas menangani berbagai konflik atau ketegangan di perairan Natuna yang berhadapan dengan Laut China Selatan �wilayah sengketa sejumlah negara di Asia.

�Benahi penjaga perairan Indonesia. Bangun coast guard yang kuat dan besar. Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Jokowi harus menyusun strategi,� kata Connie kepada CNNIndonesia.com.

Indonesia mesti pintar-pintar menyusun strategi karena ada empat faktor saling berkelindan dalam tiap konflik di wilayah perairan, yakni soal zona laut nasional, zona tradisional perikanan, kepentingan bisnis perikanan, dan hubungan dengan negara-negara tetangga.

Terkait insiden di Natuna yang membuat kapal perang Republik Indonesia melepas tembakan peringatan kepada selusin kapal asing hingga akhirnya mengenai kapal China, yang mengemuka ialah masalah traditional fishing ground.

Indonesia menyebut kapal China yang tertembak, Han Tan Cou, mencuri ikan di Natuna, sedangkan China mengatakan kapal itu berada di zona perikanan tradisional negaranya.

�Indonesia memerlukan kekuatan maritim mumpuni bukan hanya untuk Angkatan Laut, tapi juga untuk nelayannya di laut,� kata Connie.

Secara terpisah pada konferensi pers di Markas Komando Armada RI Kawasan Barat, Panglima Komando Armabar Laksamana Muda TNI A Taufiq R menyatakan curiga pencurian ikan di Natuna oleh kapal-kapal China direstui pemerintah negeri itu.

Menurut Taufiq, ada kapal pengawas China yang mengawal kapal-kapal nelayan China itu. �Kami curiga ini terstruktur. Dikawal artinya direstui oleh pemerintah (China). China juga protes, merasa itu wilayahnya,� kata dia, Selasa (21/6).

China dalam protes yang dilayangkan kepada Indonesia mengatakan, meski tak membantah kedaulatan Indonesia atas Natuna, insiden antara KRI Imam Bonjol dan kapal ikan Han Tan Cou terjadi di wilayah yang memiliki klaim tumpang-tindih.

Taufiq berkata, tak lama setelah KRI Imam Bonjol menangkap Han Tan Cou, muncul kapal pengawas China yang langsung mendekati kapal TNI Angkatan Laut itu. KRI Imam Bonjol diminta melepas Han Tan Cou beserta awaknya.

�Tapi kami bilang tidak. Kami tegakkan hukum,� kata Taufiq.

Kapal ikan China, Han Tan Cou, yang ditangkap KRI Imam Bonjol milik TNI AL di perairan Natuna. (Dok. Dinas Penerangan TNI AL)

KRI Imam Bonjol dan kapal pengawas China sempat melontarkan argumentasi masing-masing. Menurut China, Indonesia tak berhak menangkap nelayannya karena wilayah penangkapan merupakan traditional fishing ground China, sehingga aktivitas nelayan China menangkap ikan di sana dianggap sah.

�Tapi saya sampaikan ini zona ekonomi eksklusif Indonesia. Ini kewenangan negara (Indonesia) untuk menggunakan hak berdaulat,� ujar Taufiq.

Mendengar penjelasan itu, kapal pengawas China sempat pergi. Namun tengah malam, kapal pengawas yang berbeda datang lagi. Kali ini kapal itu provokatif.

"Dia tiba-tiba dengan kecepatan tinggi berhenti di depan kami," kata Taufiq. Kapal itu mencegat KRI Imam Bonjol dan kembali mendesak Han Tan Cou dilepas. Tuntutan itu kembali tak direspons Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat ini tak ingin berasumsi atas kejadian tersebut dan menyerahkan pada investigasi yang masih berlangsung.

�Ini dalam investigasi. Bagi kami (KKP) itu adalah pencurian ikan illegal, unreported dan unregulated,� kata Susi.

Ia menyatakan Satuan Tugas 115 Pemberantasan Penangkapan Ikan Ilegal yang berada di bawah kementeriannya akan menindak tegas tiap kapal asing yang hendak mencuri ikan di perairan Indonesia.

�Saya tidak peduli negara apa, kapalnya apa, punya siapa, kalau mencuri ikan ya mencuri. Kami tegaskan, Satgas 115 serius dan kami tidak melihat hubungan negara atau apapun. Murni kejahatan pencurian ikan,� ujar Susi.

Kemarin, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah sedang mencari solusi atas persoalan ini. Indonesia ingin menjaga hubungan baik dengan China tanpa merusak kedaulatan negara.

Oleh sebab itu pemerintah Indonesia membentuk tim pakar yang dipimpin ahli hukum laut internasional Hasyim Djalal untuk menyusun solusi atas permasalahan di Laut China Selatan, termasuk Natuna. (agk)

 ? CNN  

0 Response to "Indonesia Didorong Bangun Pengawas Laut yang Kuat"

← Newer Post Older Post → Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts

  • Harvard Sedang Mengembangkan RoboBee, Dari Terbang Hingga Menyelam
    Sentrailmu.com - Berita teknologi kali ini akan membahasa robot dengan kecerdasan mekanik dan pemograman yang hebat. RoboBee itulah nama...
  • Pembangunan Kapal LST AT-4 Dimulai
    KRI Bintuni 520, kapal LST AT-3 yang telah dibangun sebelumnya oleh PT DRU Kapal AT4 adalah kapal LST ke-4 dari kelas LST 117 meter yang di...
  • Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar
    Inovasi Anak Bangsa Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar [Fida detikcom] ? D alam rangka mendukung inovasi anak negeri, Mente...
  • PT DI Akan Tempati Lahan 300 hektare
    ? Di Majalengka ? Rancangan induk kawasan aero city Bandar Udara Internasional Kertajati di in Majalengka, Jawa Barat. PT Dirgantara Indone...
  • [Foto] Parade Kirab Bendera Pusaka
    Salah satu daya tarik utama pada Peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia Tahun 2016 Anggota Paskibraka Tahun 2015 Maria Felicia...
  • Mengenal Teknologi Printer 3d
    Apa itu Printer 3D? dan bagaimana cara prinsip dan kerjanya? Tentunya bagi para pembaca yang baru saja mendengar tentang sitilah teknologi p...
  • Perangkat Keras Jaringan Komputer
    Untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer yang lainnya dalam sebuah jaringan diperlukan sebuah perangkat keras jaringan komputer (h...
  • Bebas dari Abu Sayyaf pada Hari Kemerdekaan RI
    Setelah hampir dua bulan disekap Abu Sayyaf, Sofyan berhasil kabur. Muhammad Sofyan dikawal polisi Filipina setelah berhasil meloloskan diri...
  • [Foto] CG China Diusir KRI TNI AL
    Baru-baru ini kapal ikan China berhasil ditangkap Kapal Perang Indonesia, KRI Imam Bonjol 383. Namun proses penangkapan kapal ikan China ter...
  • Pemindahan PT DI ke Kertajati Masih Wacana
    ? Perlu Kajian Mendalam M enteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai kepindahan PT Dirgantara Indonesia (DI) kekawasan Bandar Udara In...
Copyright 2015 Teknologi 2018. All Rights Reserved. Template by SL Blogger and CB Blogger. Original Theme by Mas Sugeng. Powered by Blogger