• Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Teknologi 2018

Kumpulan Teknologi Terbaru Terupdate Dan Tercanggih

  • DROPDOWN MENU
  • Teknologi
  • Software
  • Internet
  • Ponsel
  • Programming
  • SYAIFUL AKBAR HD
Home » Artikel » Hankam » Arbitrase LCS Akan Berakhir

Arbitrase LCS Akan Berakhir

Posted by Teknologi 2018 on Tuesday, June 21, 2016
Label: Artikel, Label: Hankam

Pelanggaran di Natuna Meningkat https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWUUzej09JMG_8kRZtXlc76LoprSjdtAH6FWd1DB8cfNsB8VX3mh3sHGg8DKDOEwphcSNrIWHe8dZ_e1L3C3_IRK3tp1EkTNoFGpKbGEPJpTBX7OenjTvSeZuzzA_W5CyWNGVbdrHy_1OF/s320/chinese-cost-guard-3303-made-big-mistake-1.jpgProvokasi CG China di perairan Natuna (dok TNI AL)

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat, Laksamana Muda TNI A Taufiq R, mengatakan pelanggaran kedaulatan negara oleh kapal ikan asing di laut Indonesia, termasuk Natuna, meningkat tahun ini. Menurutnya, hal itu terkait proses pengadilan arbitrase (penyelesaian sengketa) soal Laut China Selatan yang segera berakhir di Belanda.

�Dia (China) harus menunjukkan (keberadaannya) di sini (Laut China Selatan). Itu untuk mengantisipasi arbitrase,� kata Taufiq di Markas Koarmabar, Jakarta, Selasa (21/6).

Dalam waktu dekat, Pengadilan Tetap Arbitrase Belanda akan memutus soal sengketa di Laut China Selatan yang diajukan Filipina pada 2013 demi mendapat hak atas zona ekonomi eksklusif sejauh 200 mil laut atau sekitar 370 kilometer di Laut China Selatan.

Namun China tak mengakui arbitrase itu dan akan menolak hasilnya. Negeri Tirai Bambu juga menuding tujuan Filipina sesungguhnya dalam arbitrase bukan untuk menyelesaikan sengketa, tapi menolak hak China di Laut China Selatan (LCS) dan membenarkan haknya sendiri.

Klaim China atas LCS memang tumpang-tindih dengan sejumlah negara lain di Asia.

�Kalau mengklaim, maka harus hadir di sana (perairan yang diklaim). Cara hadirnya dia (China) dengan kapal ikan,� kata Taufiq.

Maka menurut Taufiq, pencurian ikan hanya dijadikan alasan oleh China untuk mengklaim wilayah kedaulatan negara lain. China, ujarnya, hendak membangun persepsi bahwa Laut China Selatan, termasuk perairan Natuna, merupakan wilayah tradisional perikanan mereka.

�Indonesia tidak punya masalah sengketa di Laut China Selatan. Ini masalah persepsi (yang dibangun China soal LCS),� ujar Taufiq.

Kapal China yang ditangkap KRI Imam Bonjol TNI Angkatan Laut di perairan Natuna. (Dok. Dinas Penerangan TNI AL)

Pelanggaran di perairan Natuna terutama meningkat sejak Maret. Tiga kali pelanggaran oleh China merupakan sebagian kecil dari total 57 kasus sejak awal 2016 yang tercatat di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Insiden terakhir oleh kapal China terjadi Jumat pekan lalu, 17 Juni. Kapal ikan China, Han Tan Cou, ditangkap kapal perang RI (KRI) Imam Bonjol karena terdeteksi menebar jaring di Natuna. Kapal itu dituduh Indonesia mencuri ikan di wilayahnya.

�Saya melihatnya (mengambil ikan di Natuna),� kata Taufiq.

Selama ini Indonesia dan China tak pernah bersinggungan secara hukum soal perairan Natuna yang bersinggungan dengan Laut China Selatan. Sementara soal traditional fishing ground dan nine-dashed line yang diklaim China atas sebagian perairan Natuna, tak diatur dalam hukum internasional.

�Hukum laut mengatur hanya 12 mil dari titik terluar (pulau). Titik terluar China di mana? Enggak ada (di laut Indonesia). Hanya dia membuat nine-dashed line, maka kapal ikannya boleh di sini. Saya bilang, dulu juga Majapahit ke sini (ASEAN),� kata Taufiq.

Zona perikanan tradisional ialah alasan China atas kapal nelayannya yang mengambil ikan di Laut Natuna. Sementara nine-dashed line ialah garis demarkasi atau garis batas pemisah yang digunakan China untuk mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan yang menjadi sengketa sejumlah negara di Asia.

Taufiq mengingatkan perbedaan persepsi antarnegara itu harus segera dituntaskan untuk menghindari konflik.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan yakin hubungan bilateral Indonesia dan China tak akan terganggu karena insiden di Natuna tersebut.

�Pelanggaran ya pelanggaran, tidak akan berpengaruh,� kata Luhut di sela rapat dengan Komisi III di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, sore ini.

Indonesia, kata Luhut, akan mempertahankan zona ekonomi eksklusif di perairan Natuna. Di ZEE itu, suatu negara berhak melakukan eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan sumber daya alam.

Luhut mengatakan Indonesia akan melihat persoalan dari aspek hukum internasional agar dapat dinilai secara ilmiah dan objektif. Pemerintah membentuk tim pakar yang dipimpin ahli hukum laut internasional Hasyim Djalal untuk menyusun solusi atas permasalahan di Laut China Selatan, termasuk Natuna.

China sebelumnya melayangkan protes kepada Indonesia terkait insiden Natuna. Negeri Tirai Bambu menganggap insiden terjadi di wilayah perairan yang memiliki klaim tumpang-tindih. Anggapan ini langsung dibantah Indonesia yang menyatakan perairan Natuna merupakan wilayah kedaulatan RI. (agk)

 ? CNN  

0 Response to "Arbitrase LCS Akan Berakhir"

← Newer Post Older Post → Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts

  • Harvard Sedang Mengembangkan RoboBee, Dari Terbang Hingga Menyelam
    Sentrailmu.com - Berita teknologi kali ini akan membahasa robot dengan kecerdasan mekanik dan pemograman yang hebat. RoboBee itulah nama...
  • Pembangunan Kapal LST AT-4 Dimulai
    KRI Bintuni 520, kapal LST AT-3 yang telah dibangun sebelumnya oleh PT DRU Kapal AT4 adalah kapal LST ke-4 dari kelas LST 117 meter yang di...
  • Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar
    Inovasi Anak Bangsa Menristek Dikti Kunjungi Bengkel Kapal Pelat Datar [Fida detikcom] ? D alam rangka mendukung inovasi anak negeri, Mente...
  • PT DI Akan Tempati Lahan 300 hektare
    ? Di Majalengka ? Rancangan induk kawasan aero city Bandar Udara Internasional Kertajati di in Majalengka, Jawa Barat. PT Dirgantara Indone...
  • [Foto] Parade Kirab Bendera Pusaka
    Salah satu daya tarik utama pada Peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia Tahun 2016 Anggota Paskibraka Tahun 2015 Maria Felicia...
  • Mengenal Teknologi Printer 3d
    Apa itu Printer 3D? dan bagaimana cara prinsip dan kerjanya? Tentunya bagi para pembaca yang baru saja mendengar tentang sitilah teknologi p...
  • Perangkat Keras Jaringan Komputer
    Untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer yang lainnya dalam sebuah jaringan diperlukan sebuah perangkat keras jaringan komputer (h...
  • Bebas dari Abu Sayyaf pada Hari Kemerdekaan RI
    Setelah hampir dua bulan disekap Abu Sayyaf, Sofyan berhasil kabur. Muhammad Sofyan dikawal polisi Filipina setelah berhasil meloloskan diri...
  • [Foto] CG China Diusir KRI TNI AL
    Baru-baru ini kapal ikan China berhasil ditangkap Kapal Perang Indonesia, KRI Imam Bonjol 383. Namun proses penangkapan kapal ikan China ter...
  • Pemindahan PT DI ke Kertajati Masih Wacana
    ? Perlu Kajian Mendalam M enteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai kepindahan PT Dirgantara Indonesia (DI) kekawasan Bandar Udara In...
Copyright 2015 Teknologi 2018. All Rights Reserved. Template by SL Blogger and CB Blogger. Original Theme by Mas Sugeng. Powered by Blogger